Mohon Kepada Adik2, Teman2 “Mantan” Pendamping Perencanaan di Kabupaten/Kota, simak baik-baik posting dibawah, jangan dimaknai macam-macam ——- hanya untuk sekedar tahu apa yang dilakukan OM-OM kita :

Dear Pustekkom / Wulan…

Saya rasa ada satu hal yang harus saya tanyakan… Kelihatannya Anda menganggap bahwa orang-orang yang mengerjakan dan menjaga jardiknas kemarin adalah “Ladang Uang” bagi orang-orangnya. …, saya keberatan dengan statement ini…., maka berkaitan statement tersebut saya kembali menjelaskan bahwa :
1. Sudah salah besar jika Pustekkom menganggap Jardiknas adalah “Ladang Uang”.
2. Dari hasil kerja kami semua tentu saja ada yang namanya upah (Jika anda pernah jadi seorang karyawan).
3. Saya rasa semua membutuhkan uang untuk penunjang kegiatan dan lain-lain tapi “Harusnya uang bukan satu-satunya tujuan”….
4. Memangnya Jika jardiknas pindah ke Pustekkom berarti kita kehilangan uang..??…namanya rejeki udah
ada yang aturlah…

SUDAH JELAS JARDIKNAS PINDAH KEPUSTEKKOM MOTIVASINYA UANG..?!!, anda sendiri yang bilang kan?… .dan artinya kalau Jardiknas pindah kepustekkom berarti akan menjadi “Ladang Uangnya” pustekkom…

Hati-hati bos ngomong soal uang…, riskan untuk anda bicarakan jika tidak mengerti tempatnya…

Soal Mendewa-dewakan seseorang… siapa yang anda maksud..??, inilah yang susah di indonesia… Jika ada seseorang yang berprestasi dalam membangun bangsa indonesia, orang disekitarnya berusaha untuk membuang orang tersebut…. bukannya justru dihargai…lagian apa hubungannya dengan visi dan misi kami..?, Jardiknas ada jelas tujuan dan visi misinya ada kok…baca’ doooongg….

apa maksudnya saling menghancurkan. .? menunjukan sportifitas dengan saling membantu untuk kepentingan orang banyak, bukan saling menghancurkan. toh yang rugi juga rakyat indonesia… .
Statement ini… Sudah jelas rakyat rugi…Tolong tanya bosnya Pustekkom dan temannya…sportifi tas apa yang dia lakukan dibalik pindahnya jardiknas ke pustekkom (udah rahasia umum looh)….Jadi ngak usahlah ngomong soal milik rakyatlah… , rakyat rugilah…, saya yakin anda tidak mengerti apa-apa soal ini….

Whulhan:
5. Jika kita terus menerus berseteru, kapan kita bisa mewujudkan harapan kita utnuk “Mencerdaskan Bangsa”?????
Walahhh….pakai “mencerdaskan Bangsa” segala…inikah bahasa politisnya PUSTEKKOM..? ?!!

Jawabannya gampang…Jardiknas jangan dikelola pustekkom… serahkan ke DPR kembali kita bicara
sama-sama disana agar DPR bisa memutuskan siapa yang lebih baik mengelola Jardiknas… .
(maksudnya sharing atau apa?……. admin.red)
Whulan:
Saya juga mohon kepada modertor millist ini untuk close sesi ini karena millis ini kita ciptakan untuk mencerdaskan anak bangsa bukan meracuni mereka dengan hujatan dan rasa tidak percaya di lingkungan
Depdiknas.

Woooww….
jangan se-enaknya dong main close case…., anda ngomong begitu karena anda mau lari dari kenyataan kan..??, INIKAH isi DARI ORANG-ORANG YANG ADA PUSTEKKOM… ?… dear wulan…, “meninggalkan masalah bukan berarti anda sudah selesaikan masalah“…, siapa yang menciptakan rasa tidak percaya DEPDIKNAS kepada masyakat…? !!… Yang jelas nanti Jardiknas bermasalah setelah ditangan PUSTEKKOM… ..iya khan..??, dan itu menunjukkan KEGAGALAN anda dan PUSTEKKOM… .habis begitu ngotot… ya wajar saja anda dimaki-maki sama orangkan atau masyarakat
Pendidikan.. ..emang komunitas milis ini orang goblok..??

DEPDIKNAS saya rasa masih dipercaya Masyarakat Indonesia… yang tidak dipercaya sebenarnya adalah PUSTEKKOM… .just like that…itu yang saya tangkap dari komunitas pendidikan.. .

Welll…
Sebenarnya kami kasihan dengan kalian-kalian di PUSTEKKOM… …tapi mau bagaimana lagi..?
Saya hanya berfikir….
Inikah yang kami dapatkan dari Pemerintahan “SBY”..?? kasihan bener…., saya yakin beliau “SBY” sudah berusaha keras….tapi yah…orang- orang disampingnya juga begini semua…Aneh. ..lagian apa sih susahnya
memberikan sesuatu “Yang dibutuhkan Masyarakat”. .??

Best Regard’s
Ardiansyah