Maaf OM Badar dan Mbak Wulan, posting milis saya oper ke blog, agar informasi ini dapat diketahui dan dimengerti oleh adik, kawan, saudara kami di Kabupaten/Kota :

Pertama, “Saya butuh kejujuran, Apakah DPR/Pemerintah yang mencetuskan Pemindahan Jardiknas dari PKLN ke PUSTEKOM? ataukah karena desakan pihak PUSTEKOM yg mengemis ke DPR untuk memindahkan JARDIKNAS ke PUSTEKOM. Karena indikasinya terlihat pada waktu Kunjungan DPR ke beberapa Propinsi, Pak Lilik Gani selalu untuk menguji koneksi meminta untuk membuka situs edukasi-net.

kedua, JARDIKNAS bukan Lahan Duit kami, karena kami tidak pernah menjual Bandwidth jardiknas baik kesekolah apalagi ke masyarakat. Sesuai tujuannya JARDIKNAS sebagai jembatan tol untuk mencerdaskan bangsa. sehingga siapa saja boleh menggunakan jaringan ini tanpa biaya?

Ketiga, Dengan tulus dan Ikhlas kami berkeliling ke semua kabupaten dengan niat agar semua anak bangsa dapat menggunakan Jardiknas, meskipun kami harus menempuh perjalanan sepajang 3000 Km dan memakan waktu 12 hari. dalam sebulan.

Keempat, saya muslim maka saya tidak percaya dengan Dewa, sehingga saya tidak pernah mendewa-dewakan seseorang. Saya mau bekerja dibawah kendalinya karena visi dan misiNYA jelas,¬†mencerdaskan anak bangsa. bukan mencari keuntungan Pribadi. Setiap kami Rakor Hal yang paling tabu yang menjadi komitment kami adalah “KAMI TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN MELALUI BANDWIDTH JARDIKNAS” CAMKAN ITU.” Bahkan bagi Pendamping yang melanggar komitmen ini akan di Pecat sebagai Konsultan.
Jadi SEBENARNYA PIKIRAN SAUDARILAH YG TERLALU KOTOR, DAN SAYA CURIGA SALAH SATU ORANG YANG MEMBISIK KE PIMPINAN PUSTEKOM UNTUK MENGAMBIL ALIH JARDIKANS DARI PKLN MUNGKIN ANDA, KARENA ANDA MELIHAT JARDIKNAS ITU DARI SISI KEUNTUNGAN PRIBADI. SEHINGGA KALAU JARDIKNAS PINDAH KE PUSTEKOM ANDA AKAN KECIPRATAN JUGA. ANDA AKAN KECEWA BESAR. karena tujuan Jardiknas ini bukan untuk keuntungan Kami-kami yang bekerja siang dan malam pada saat JARDIKNAS Di kelolah oleh PKLN. tetapi keuntungan dunia pendidikan khususnya. entah nanti kalau PUSTEKOM yang mengelola.

Kelima, PUSTEKOM TIDAK MEMILIKI VISI DAN MISI MENGENAI JARDIKNAS. sehingga mereka tidak dapat meyakinkan DPR bahwa Internet dibutuhkan oleh dunia pendidikan. ini yang saya katakan MELEMPEM. Napsu besar tenaga kurang.