Sebelumnya saya mohon maaf karena mengambil tulisan dari postingan Saudara-SaudaraKU di milis. Posting2 ini saya masukkan di blog supaya saya dapat baca terus menerus dan konsumsi untuk adik-adik kita para Pendamping Perencanaan Kabupaten dan Kota yang sudah “Sekarat”.

Dari OM Fadly-Manado :

Mas Febry Ysh,
Terima kasih mas, kami juga sangat merasa senang dengan kesempatan yang diberikan kepada rekan-rekan kita guru-guru SD dan SMP atau siapapun yang akan mendapatkan kesempatan untk belajar IT kegiatan ini juga sudah dilaksanakan kok saat tahun 2007 melalui pelatihan Pijar 2007. Yang tidak habis fikir bagi kami bisa-bisanya melibatkan vendor yang jelas-jelas punya tujuan jualan, dan yang mengherankan Katanya mau “Penghematan” kok dananya malah nambah, itu yang membuat kami sangat kecewa dan bertanya-tanya ada apa ini, masalah lahan ataupun pekerjaan yang diambil (apalagi krn alasan TUPOKSI padahal awalnya sama skali nggak pernah dilirik hehehehe) itu soal biasa mas, kami siap dengan diambilnya pekerjaan/lahan kalau itu yang dimaksudkan, mati saja kami siap kok (pindah alam) apalagi hanya sekedar pindah lahan/pekerjaan. jadi kenapa banyak yg protes atau mempertanyakan, kan mas febri sudah bisa liat dan duga arahnya mau ke mana, kami bukan berprasangka buruk karena dari awal
jardiknas ini tujuannya utk mencerdaskan kehidupan bangsa, kami hanya tidak ingin jardiknas ini dijadikan “TOPENG” mas, BW dikurangi tapi anggarannya malah naik, alasannya meningkatkan kreatifitas dengan konten lokal kok gandeng Microsoft dan Intel kan ada Open source, seharusnya apa yang telah dirintis sebelumnya KKPI, JENI ataupun yang lainnya yang tidak memerlukan biaya kok malahan kesannya mau di matikan, kalau orang-orangnya nggak mau dipake lagi yaaa ganti dengan yang lain, kan jelas “Bos baru program baru, program baru dana baru dstnya”. seharusnya ini tidak perlu terjadi kalau memang benar penghematan dan demi mencerdaskan anak bangsa, ini yang membuat teman-teman gelisah mas, tidak jadi masalah siapapun yang menangani jardiknas saat ini yang penting tujuannya benar-benar untuk mencerdaskan anak bangsa jangan “Ada Udang di Balik Batu”. Mas febri sudah pernah jalan-jalan ke Balai Tekom? Kalau saya pernah mas waktu tugas di Kendari ngembangin Jardiknas dan Dapodik di
sana, sayang di manado tidak ada Balai Tekom mas… Salam buat rekan-rekan di LPMP manado.

Dari OM Badaruddin-Sulteng untuk Mas Kwarta :

Pak, perkembangan program bapak kok keliatannya lari dari tujuannya. Kemarin kan bapak bilang kita mau
mengembangkan konten lokal, tetapi kelihatannya program ini diatur oleh Microsoft dan Intel. artinya
kita harus menggunakan Software Lisensi. Ataukah Microsoft sudah free buat pendidikan? Mengapa kita
tidak menggunakan Open Source saja Pak. Kan sudah banyak karya anak bangsa.

Saya berharap sebenarnya kita jangan tergantung terus dengan Microsoft seperti yang bapak juga inginkan.
Tetapi membaca email bapak kok jadinya kontradiksi. saya jadi bingung bacanya pak.

Dari Herman Emha :

Itulah bedanya PUSTEKKOM dengan BIRO PKLN, makin jelas bahwa pemindahan ke Pustekom adalah karena faktor UANG. Mereka gak ngerti kalau kita di ICT Jungkir Balik ngurusin clinet tanpa dibayar.Kita kerja hampir 20 jam sehari, di complain client, merawat jaringan tanpa ada kompensasi apapun. Modal kita adalah idealisme dan dedikasi. Mereka mengira bandwith Jardiknas kita Jual ke sekolah sekolah.

he…he….. Makanya jangan heran kalau untuk biaya maintenenace saja mereka minta 23 M, selisih 20 M dari biaya maintenane BIRO PKLN yang cuman 3 M.

Oooooo jadi mereka ingin “mengelola” Jardiknas ini karena mereka menganggap Jardiknas ini ladang uang tho?

Cuplikan Perang urat syaraf dari Tanah Mandar (Idham Siruna) :

Whulhan:
Waaah tambah seru nih dari blog sdr. khalid mustafa pindah ke millist e-dukasi.net. Jika memang TUPOKSI kita “Mencerdasakan anak Bangsa” seharusnya kita :

1. mendukung keputusan pemerintah untuk mengatur kembali manajemen departemenya jadi semua program lebih fokus dan tentu saja dana yg digunakan lebih efisien. toh uangnya buat kesejahteraan rakyat.

Idham:
Kami tidak pernah tidak mendukung Program Pemerintah jika mengarah ke Pencerdasan anak bangsa. Apa benar lebih digunakan Efisien? Anggaran Maintenance sebelumnya hanya 3 M kemudian ditangan Pustekkom
berubah jadi 23 M (mengutip tulisan sdr, khalid). Jika untuk kesejahteraan rakyat, kami dukung dan tolong buktikan itu.

Whulhan:
2. Tidak perlu merasa sakit hati dan menghujat hanya karena kehilangan yg sering2 disebut dengan “ladang duit” toh itu tetap milik Depdiknas dan rakyat Indonesia.

Idham:
Kami tidak pernah memandang Program Jardiknas itu sebagai “ladang duit” (mungkin kawan2 sendiri yang memandang seperti itu) Kami merasa sakit karena apa yang telah kami nikmati dari Jardiknas kemudian pelan-pelan hilang.

Whulan:
3. jangan militan kepada seseorang atau mendewa-dewakan seseorang (wah ini nyinggung Bapak Kita tho?—admin), karena itu menandakan anda tidak punya misi dan visi untuk pendidikan.

Idham:
Kami tidak pernah pernah mendewa-dewakan seseorang, itu musyrik namanya… Kami juga tidak pernah mengagung-agungkan seseorang karena itu bertentangan dengan Aqidah saya (ISLAM) ==> Rasululla SAW saja sangat melarang ummatnya untuk mengagungkan beliau. Dalam salah satu hadist dikatakan” Waktu Rasulullah masuk ke dalam masjid dan para sahabat menyambutnya dengan cara berdiri, namun Rasulullah melarang mereka untuk berdiri dan menyampaikan untuk tetap duduk ditempatnya.
Visi kami jelas: Mencerdaskan anak bangsa
Misi kami salah satunya adalah: Melalui Jardiknas kita tingkatkan kualitas SDM anak indonesia minimal tidak gaptek.

Whulan:
4. menunjukan sportifitas dengan saling membantu untuk kepentingan orang banyak, bukan saling menghancurkan. toh yang rugi juga rakyat indonesia Kami selalu membantu, sampai saat ini… kami sering ditelpon dari diknas Propinsi, Diknas Kabupaten, ICT Center, Provider D3TKJ, Sekolahan, dll tentang koneksi Jardiknas, kami pun menjawab seadanya dan semaksimal mungkin agar mereka bersabar menunggu kinerja Tim Pustekkom. Coba bayangkan jika seluruh titik Jardiknas yang selama ini memanfaatkan koneksi Jardiknas di seluruh Indonesia tidak sabaran, maka yakin Anda akan menyaksikan Puluhan Pegawai Diknas Propinsi, Puluhan Pegawai Diknas Kabupaten, Puluhan sampai Ratusan Pengurus ICT Center, Ratusan bahkan ribuan Provider D3TKJ bersama Mahasiswanya, Ribuan bahkan jutaan Siswa akan turut memprotes.
Kami pernah menghubungi kawan2 di Tim Pustekkom begitu pun kawan2 di propinsi lain (kok saya ga pernah di hubungi ya?—-admin), baik via milis, YM maupun via HP tapi toh tidak ada solusi yang diberikan bahkan pernah menyampaikan jawaban… mau dirapatkan dulu… itu bukan kewenangan kami… hubungi pihak telkom… dll. Kami siap membantu kawan-kawan Tim Pustekkom dan itu merupakan kewajiban kita bersama jika kawan-kawan bekerja profesional dalam pencerdasan anak bangsa, koneksi jardiknas yang lancar, tidak ada pengurangan bandwith bahkan memperjuangkan penambahan bandwith, penambahan titik baru Jardiknas sampai ke tingkat kecamatan, menyambungkan Jardiknas sampai ke sekolah-sekolah tingkat Dasar (SD) termasuk rumah-rumah guru/tenaga kependidikan, membuat Hotspot di pusat kota/keramaian disetiap kabupaten sehingga masyarakat pendidikan/mahasisw a dengan leluasa bisa meningkat kualitas SDM mereka via Internet. dll.
5. Jika kita terus menerus berseteru, kapan kita bisa mewujudkan harapan kita utnuk “Mencerdaskan Bangsa”?????

Idham:
Kami tidak pernah merasa berseteru… kami hanya menyampaikan keluhan yang tdk pernah ada solusi. Kami hanya menginginkan kerja yang Profesional dari kawan-kawan TIM Pustekkom.

Whulhan:
Seharusnya kita merenungkan dan mengambil hikmah dari semua ini. untuk sdr.idham saya rasa tidak mudah bila kita di posisi PUstekkom ataupun BIRO PKLN. Tapi rasanya tidak bijaksana jika kita ikut-ikutan
memprovokasi suasana.

Idham:
Kami sdh merenungi dan mencoba mengambil hikmah dari musibah ini (musibah=Koneksi jardiknas kurang stabil, Pemutusan bandwith, pelayanan atas permasalahan di daerah belum/tdk ada respon). Pertanyaan kami, Apakah kita tetap tinggal dalam kubangan lumpur musibah?
Kami sadar, memang tdk muda berada di posisi PUSTEKKOM, tapi apa harus koneksi jardiknas cukup YM aja yg bisa (browsing nggak bisa) pada saat serah terima pengelolaan Jardiknas? Pemutusan/Pengurang an Bandwith? Sekali lagi Kami menginginkan tunjukkan keProfesionalan kawan-kawan, karena kami yakin kawan2 semuanya pasti profesional dengan alasan Pustekkom mengambil alih pengelolaan Jardiknas dengan alasan TUPOKSI. Artinya TIM Pustekkom sdh siap. Kami tidak pernah punya keinginan untuk memprovokasi suasana yang keruh ini, tapi kami hanya menyampaikan keluhan hati nurani Kami rakyat kecil.

Whulan:
Saya juga mohon kepada modertor millist ini untuk close sesi ini karena millis ini kita ciptakan untuk mencerdaskan anak bangsa bukan meracuni mereka dengan hujatan dan rasa tidak percaya di lingkungan Depdiknas.

Idham:
Kami tidak pernah memaksakan untuk memuat tulisan ini karena bukan TUPOKSI kami. Kami sepakat dengan tujuan milis, tapi kami tidak pernah merasa meracuni anak bangsa dengan hujatan dan rasa tdk percaya di lingkungan Depdiknas. Kami juga percaya dengan kawan2 dilingkungan Depdiknas termasuk kawan-kawan
di Pustekkom. Tapi kami juga ingin bukti nyata dari wujud pencerdasan anak bangsa.