Seorang mahasiswa D3TKJ mengeluh dengan kebijakan akademik pengelola PJJ TKJ, pasalnya mereka diharuskan membayar untuk mengikuti ujan di tempat/institusi lain yang notabene koneksi jardiknas diclient kan dari Pengelola PJJ tersebut. Hal in menggelikan, kok biaya koneksi Internet diharuskan Mahasiswa membayar ke pihak akademik tempat mahasiswa melaksanakan ujan (Institusi lain, koneksi nternet nyambung via wirelless dari PJJ).

Satu lagi yang lucu dan harus mendapatkan perhatian, bahwa Mahasiswa yang melaporkan hal-hal menyimpang yang dlakukan PJJ diancam akan dkeluarkan dari program Beasiswa D3TKJ.

Saya yakin bahwa keberadaan Jardiknas ini banyak yang memanfaatkan untuk ajang bisnis terselubung. Pendamping Perencanaan harus sigap menyikapi permasalahan tersebut.

Beralih kemasalah lain; Banyak imel yang masuk dari teman2 pendamping yang mengatakan bahwa client yang menyambung di ICT Center atau di ICT Kab/Kota berfasilitas Jardiknas dengan menggunakan wirelless (sekolah-sekolah) membayar “IURAN” untuk biaya pemeliharaan infrastruktur ICT………. alokasi dana “Pengembangan ICT dan SchoolNet” dimasing-masing Disdik Provinsi dan Kab/Kota sudah disediakan dana APBD, kok malah minta ke client?

Mungkin saja ada beberapa Disdik Kab/Kota yang tidak memprogramkan Kegiatan Pengembangan ICT. Oke……. Iuran untuk pemeliharaan infrastruktur ICT syah-syah saja, tapi kalau diinstitusi yang telah memprogramkan kegiatan tersebut masih membebankan client untuk membayar iuran…….. wele ………. wele …….. wele ….. itu KORUPSI……………..

Maaf, bila ada yang merasa tidak senang dengan Kalimat2 diatas…………