Rudi, orang tua (Ortu) siswa Muhammad Farid Sulaiman, benar-benar dibuat kecewa dengan pemegang kebijakan di SD Inpres Satu Atap Kodolomoko Kabupaten Buton yang terkesan mempersulit pemindahan anaknya dari Madrasah Iptidayah Negeri (MIN) Kendari ke sekolah tersebut. Pasalnya, sudah dua minggu anakya (Muhammad farid Sulaimn-red) tak mengikuti proses belajar mengajar disebabkan surat pindah yang diterbitkan MIN Kendari untuk sementara ditolak oleh kepala Sekolah SD Inpres Satu Atap Kodolomoko dengan alasan bahwa anak yang bersangkutan tak menyertakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
Atas dasar inilah kata Rudi, Farid dikatakan belum terdaftar di Dinas pendidikan nasional. “Selain persoala NISN tersebut, pihak sekolah juga meminta surat pindah yang harus ditandatangani oleh Dinas pendidikan Nasional Kota Kendari, dalam bentuk Approval” gusarnya.
Rudi pun bertambah bingung setelah menanyakan (NISN)asional di sekolah asal Farid (MIN Kendari-red). Kepala Sekolah MIN Kendari, La Ode Fajar,SAg menyatakan , NIS nasional belum ada di MIN Kendari bahkan di seluruh sekolah/Madrasah di Kota Kendari tetapi masih menggunakan NIS yang dikeluarkan pihak madrasah. Alasan Kepsek MIN Kendari ini mengada-ada, karena NISN untuk MIN Kendari sudah ada di website http://nisn.diknas.go.id dengan NPSN 40402667.
Kepala Sekolah MIN Kendari dalam melakukan Mutasi siswa seharusnya berkoordinasi dengan Operator Dapodik Diknas Kota Kendari untuk di Approval danĀ melampirkan hasil cetak approval pada surat pindah.

Persoalan ini sudah diprediksi akan terjadi, hanya mungkin Dinas Diknas Kab dan Kota belum mengsosialisasikan hal ini secara keseluruhan, sehingga sekolah dibawah naungan Departemen Agama tidak mengetahui bahwa NISN dan NPSN Sekolahnya telah ada dan sudah lama ada di web NISN.